Legenda Telaga Sarangan

Karena derita
yang disandang ini akhirnya Nyai Pasir lari ke ladang bermaksud menemui
suaminya untuk minta pertolongan. Tetapi apa yang dijuumpai. Bukannya Kyai
Pasir, melainkan seekor ular naga yang besar sekali dan menakutkan. Melihat
ular naga yang besar itu Nyai Pasir terkejut dan takut bukan kepalang. Tetapi
karena sakit yang disandangnya semakin parah, Nyai Pasir tidak mampu lagi
bertahan dan jatuhlah dia ke tanah. Nyai Pasir mangalami nasib gaib yang sama
seperti yang dialami suaminya. Demikian ia rebah ke tanah, badannya berubah
wujud menjadi seekor ular naga yang besar, bersungut, berjampang, giginya
panjang dan runcing sangat mengerikan. Kedua naga itu akhirnya berguling-guling
kesana kemari, bergeliat-geliat di tanah ladang itu, menyebabkan tanah tempat
kedua naga berguling-guling itu menjadi berserakan dan bercekung-cekung seperti
dikeduk-keduk. Cekungan itu makin lama makin luas dan dalam, sementara kedua
naga besar itu juga semakin dahsyat pula berguling-guling dan tiba-tiba dari
dalam cekungan tanah yang dalam serta luas itu menyembur air yang besar
memancar kemana-mana. Dalam waktu sekejap saja, cekungan itu sudah penuh dengan
air dan ladang Kyai Pasir berubah wujud mejadi kolam besar yang disebut Telaga.
Telaga ini oleh masyarakat setempat terdahulu dinamakan Telaga Pasir, karena
telaga ini terwujud disebabakan oleh ulah Kyai Pasir dan Nyai Pasir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar