kumpulan cerita rakyat
Jumat, 29 Maret 2013
Malin Kundang
Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di
pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri
dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama
Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga yang
memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari
nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang
luas.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua
bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung
halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah.
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan
memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung
batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya
dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting
tulang mencari
nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah dinegeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudahmenjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapaldagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setujudengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundangakhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal danperlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya."Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kaulupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambilberlinang air mata.Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan IbuMalin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmupelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tibatibakapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang daganganpara pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besarawak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. MalinKundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketikaperistiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup olehkayu.Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginyaterdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menujuke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolongoleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yangmenimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengankeuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorangyang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebihdari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadisuntuk menjadi istrinya.Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telahmenikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu MalinKundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telahberhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergike dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang kekampung halamannya.Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinyamelakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indahdisertai anak buah kapal serta pengawalnya yangbanyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menungguianaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk kepelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedangberdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yangsedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundangbeserta istrinya.Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunyamelihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang iadekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lamatanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang.Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segeramelepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hinggaterjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan sajamengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang padaibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya,karena malu dengan ibunya yang sudah tua danmengenakan baju compang-camping. "Wanitaitu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-puramengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya.Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundangsangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannyayang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalaubenar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian anginbergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang.Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnyaberbentuk menjadi sebuah batu karang.HIKMAH :Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutamakepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jikasampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakansatu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar